. . . jadikan hati nurani kita sebagai pembimbing dalam setiap langkah kehidupan dan jaga kejernihan hati agar rohmat ALLOH selalu mengalir dalam diri kita . . .

Minggu, 28 Februari 2010

Membedakan Suara Hati Nurani dan Suara Ego Yang Sakit

oleh:  Adi W Gunawan

Sebelum menulis bagian ini saya teringat satu klien yang pernah saya tangani. Saat itu saya berdialog dengan 4 (empat) “Bagian” dari diri klien. Klien ini mengalami kecemasan yang sangat tinggi dan sudah delapan tahun lebih berobat ke luar negeri.

Setiap satu setengah bulan sekali ia harus menemui dokter di rumah sakit, di luar negeri, mendapat injeksi obat tertentu dan sekaligus membeli tambahan obat yang harus ia minum secara rutin. Begitu tingginya kecemasannya sampai si klien, selama delapan tahun terakhir, setiap hari mendengar berbagai suara.
Suara ini memberikan perintah yang aneh-aneh, bahkan yang merugikan dan membahayakan hidup klien. Ada suara yang memberikan perintah yang seakan-akan demi kebaikan dan kebahagian klien namun bila dianalisa secara hati-hati, membandingkannya dengan sifat suara Hati Nurani yang saya jelaskan di bawah, ternyata sangat bertolak belakang.
Dalam kesempatan ini saya tidak akan membahas mengenai klien ini. Yang ingin saya sampaikan adalah bagaimana kita, sebagai orang biasa, bisa mengenali dan membedakan suara yang sungguh-sungguh berasal dari Hati Nurani dan suara yang berasal dari “Bagian” atau Ego yang sakit.
Saya percaya bahwa Hati Nurani setiap manusia bersifat bersih dan tulus. Hati Nurani ini adalah selalu baik adanya. Ada rekan saya yang mengatakan bahwa Hati Nurani mewakili sifat-sifat Illahi di dalam diri manusia. Dan masih menurut kawan saya ini, saat seseorang berdoa kepada Tuhan maka jawaban dari Tuhan datang melalui suara Hati Nurani.
Nah, berangkat dari pemahaman ini maka saya menyimpulkan bahwa suara Hati Nurani pasti mempunyai sifat-sifat berikut:
•Berdasarkan cinta kasih yang tulus tanpa pamrih
•Selalu ingin yang terbaik untuk diri kita
•Berlandaskan nilai-nilai Kebenaran Universal
•Jujur, tulus, dan apa adanya, walau kadang terasa menyakitkan perasaan kita.
•Menghargai diri kita dan juga orang lain
•Penuh kelembutan dan ketenangan namun sangat kuat
•Penuh pengertian dan toleransi
•Memberikan perspektif atau pemahaman baru terhadap suatu kejadian atau peristiwa sehingga meningkatkan level kesadaran kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar