Rabu, 11 Mei 2011
KENANGAN SEORANG IBU
Di suatu senja
Seorang Ibu menulis puisi mengenai putra-putrinya
Hubunganku dengan putra-putriku bagaikan angin yang lembut
Aku tak dapat menyentuh,mencium,dan mencicipi kelezatannya
Tapi aku selalu dapat merasakannya
Dan aku selalu menyadari kehadirannya
Meski mereka selalu datang dan pergi
Tapi aku tahu,mereka pasti kembali
Andai putra-putriku adalah sekuntum mawar,akulah sang duri
Yang akan melindungi mereka dan mengarahkan mereka
Andai putra-putriku adalah matahari,akulah sang sinar
Membantu menerangi dan menjadikan mereka apa yang mereka kehendaki
Andai putra-putriku adalah danau yang tenang,akulah sang air
Yang mengisi mereka dengan ide dan impian serta harapan masa depan
Andai putra-putriku adalah pohon yang rindang,akulah sang daun
Yang akan berbagi segala yang aku miliki
Dan menjadi bagian terpenting dalam hidup mereka
Andai putra-putriku adalah hati,akulah debarannya
Yang merasakan saat membahagiakan dalam hidupnya
Juga saat ia ketakutan,kesakitan,dan semangat
Jika orang bertanya mengapa sulit bagiku melepas putra-putriku
Maka aku akan menjawab
Bahwa putra-putriku adalah bagian dari diriku
Yang tidak dapat menghalangi aku
Untuk terus bersama mereka
Untuk berbagi suka,duka dan cinta
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar